Minggu, 02 Oktober 2016

Tajwid dan Tahsin ( Ghunnah )



GHUNNAH
Ghunnah secara bahasa memiliki arti Dengung / Mendengung. Sedangkan ghunnah secara istilah memiliki arti Suara yang nyaring / jelas yang keluar dari lobang hidung, dengan tidak menggunakan lidah ketika mengucapkannya.
Adapun nadzom yang  memiliki penjelasan seperti berikut , “Ulama Qurra’ mewajibkan mendengung selama di (dalam) membaca mim dan nun yang ditasydid keduanya”. Dalam hal ini , huruf yang ditasyidi itu berbentuk dari 2 huruf. Mim dan nun yang bertasydid ini disebut huruf ghunnah, seperti apa yang disebutkan Imam Jamzhuri dalam kitabnya Tuhfath:
Berkata (nadzom) pemilik kitab Tuhfath:
“Ghunnahkanlah (dengungkanlah) mim, lalu nun yang ditasydid keduanya, dan namakanlah keduanya (mim dan nun yang ditasydid) huruf ghunnah dengan jelas”.
            Disamping keduanya merupakan huruf ghunnah , keduanya juga mempunyai sifat ghunnah dengan sempurna dan juga tergolong huruf ghunnah yang derajat ghunnahnya paling tinggi dari sederet derajat ghunnah, seperti yang disebutkan dalam kitab Basit fi Ilmit Tajwid (karangan Syaikh Badar Hanafi Mahmud) dan hal senada juga terdapat dalam nadzom kitab Matan Salsabil Asy-Syafi fii Ilmit Tajwid (karangan Asy-Syaikh Sulaiman bin Murad).
Adapun nadzom yang memiliki penjelasan sebagai berikut:
“Ghunnah adalah suara merdu yang disusun dari nun dan mim atas beberapa tingkatan (derajat)”.
Dalam keterangan diatas mim dan nun yang ditasydid maka wajib menjelaskan ghunnah (dengungan) nya, seperti yang diisyaratkan Nadzim:
“Ulama qurro’ mewajibkan mendengung selamanya”.
Dan ghunnah yang terdapat pada nun yang ditasydid lebih jelas dari ghunnahnya mim. Contoh bacaan :
INNA , TSUMMA , INNAMA , FALAMMA
Penulis Buku : Shofiyullah al-Kahfi
Penerbit : Lirboyo Press
Cetakan : Pertama , Agustus 2015

( Tria Istikmalul Muafah , PGMI 1B )

2 komentar: